Mengenal Bagian Bagian Keris Menyeluruh, Pakem Pengetahuan Tentang Keris

Mengenal Bagian Bagian Keris Menyeluruh, Pakem Pengetahuan Tentang Keris – Pembuat keris mendapat julukan para empu dan pembuat warangka mendapat julukan para Mranggi. Kedua golongan ini tidak perlu diragukan lagi. Mereka adalah manusia-manusia pencipta keindahan yang sejajar derajatnya dengan para ahli atau para pencipta seni-seni lain. Berpegang kepada standar apa, para empu dan Mranggi bisa digolongkan pencipta-pencipta yang sederajat dengan para ahli pencipta seni lain-lain?

Sebagai awal penelitian mulailah kita mengambil langkah menelusuri asal mula adanya manusia itu sendiri. Bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan dalam arti kata menyeluruh, dalam arti kata tanpa reserve akan keseempurnaannya. Jadi kalau ada manusia yang bisa menciptakan seni berarti manusia itu hanya menduakalikan apa yang sudah ada. Manusia lahir di dunia oleh-NYA sudah ditandai dengan bagian-bagian raga rongga yang standar.

Manusia-manusia yang menjadi saksi kelahiran sang bayi sudah merasa senang dan berbahagia bila sudah menyaksikan bahwa raga rongga-nya si bayi lengkap memenuhi standar. Jika kelahirannya kelihatan belum lengkap perhitungan standarnya, itu adalah kesalahan dari manusianya sendiri. Adapun kelahiran manusia yang dilihat dari tata lahir memenuhi standar, dalam perhitungan yang mudah diketahui ialah :

  1. Bagian Kepala
  2. Bagian Leher
  3. Bagian Badan
  4. Bagian Lengan kanan
  5. Bagian Lengan kiri
  6. Bagian Kaki Kanan
  7. Bagian Kaki kiri
  8. Bagian Perbedaan Kelamin
  9. Bagian Sembilan Lubang Hawa
  10. Kesempurnaan bentuk

Karena kehadiran manusia di dunia ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu kelahiran, masa menjalani tugas hidup, kembali ke asal mula. Maka kehadirannya juga dibekali 3 (tiga) macam bahan untuk mencipta, yaitu:

  1. Gerak
  2. Rupa
  3. Suara

Ketiganya itu timbul berbarengan, tidak ada yang mau dulu mendahului. Tiga macam bekal yang dipunyai seperti tersebut diatas kemudian didaya gunakan oleh manusia untuk menciptakan sesuatu keindahan, yang umumnya disebut seni. Budaya (Budidaya) manusia menciptakan seni tersebut juga diambil dari ketiga unsur tersebut di atas. Kemudian timbul apa yang dinamakan seni rupa, seni suara, dan seni gerak. Sudah tercatat di atas bahwa bentuk perwujudan manusia yang sempurna bisa disaksikan dengan adanya 10 (sepuluh) rongga-raga. Yang sebenarnya bagian itu cukup dinilai sampai 9 saja, namun demikian bagian yang terakhir (10) itu sebagai suatu lambang kenyataan yang mengandung tantangan atau sinonimnya kata-kata boleh disebut konsekuensi yang berat.

Dengan perbandingan ini marilah kita jajarkan ciptaan seni leluhur nenek moyang kita. Semuanya berpedoman kesempurnaan bentuk manusia karunia Tuhan, yang semuanya terdiri dari 9 (sembilan) dan ditambah 1 (satu) hitungan lagi, sebagai bagian yang mengandung rasa pertanggungan yang berat.

Bagian Bagian Keris Sebagai Seni Ciptaan Nenek Moyang

Apabila ditelaah dan digali masih banyak ciptaan-ciptaan nenek moyang kita yang berfalsafah tinggi, namun jangan sampai terlalu rumit. Kita ambil gambaran dari 6 (enam) seni ciptaan nenek moyang kita yang bermutu dan berfalsafah tinggi, yang sejajar derajatnya, yaitu seperti berikut ini :

  1. Seni Kacurigan
  2. Seni Kawarangkan
  3. Seni Karawitan
  4. Seni Tari
  5. Seni Wayang Kulit
  6. Seni Susana

Gambaran keenam karya seni yang dicipta oleh nenek moyang kita ini, sebelum, selama, dan sesudah dibabar, selalu berulang-ulang diteliti dan disaring, agar ciptaan-ciptaan beliau nanti harus bisa menjadi buah rasa peninggalan bagi anak-cucunya. Ciptaannya agar menjadi buah karya seni yang bermutu dan abadi. Yang semuanya itu tetap berpedoman 9 (sembilan) macam bagian, dan ditambah 1 (satu) bagian sebagai pelengkap rasa yang mengandung teka-teki kesempurnaannya.

  1. Seni Kacurigan (Keris)

Bagian bagian keris dari seni kacurigan, adalah sebagai berikut.

  • Bagian Pesi
  • Bagian Ganja
  • Bagian Wilahan
  • Bagian Pamor
  • Bagian Ukiran
  • Bagian Mendak
  • Bagian Warangka
  • Bagian Pendok
  • Bagian Ricikan
  • Bagian Dapur
Baca Juga :   Cara Menggunakan Keris Pusaka Bertuah yang Benar Sesuai Aturan Leluhur

Adapun hitungan ke sepuluh (10) yaitu bagian yang disebut Dapur, adalah suatu teka-teki atau penetapan asli dan tidaknya pusaka atau keris itu. Waiau tidak asli sekalipun masih boleh kita sebut karya yang bermutu, umpamanya keris yang umum dinamakan “Tilamupih” yang dibabar atau dibuat oleh Empu Kandangdewa dari negeri Kahuripan semasa kurang lebih tahun 1045. Dalam penelitian apakah keris itu betul-betul buatan Empu Kandangdewa atau bukan. Kalau memang masih disangsikan akan keasliannya atau ternyata bukan buatan Empu Kandangdewa, maka curiga (keris) itu hanya boleh disebut Dapur Tilamupih, jadi bukan Pusaka Tilamupih.

  1. Seni Kawarangkan

Bagian bagian keris dari seni kawarangkan, adalah sebagai berikut.

  1. Landeyan (Ukiran)
  2. Godongan
  3. Tampingan
  4. Pijetan
  5. Awak-awakan
  6. Gigir
  7. Bapangan
  8. Gandar
  9. Bandar
  10. Asal-usul (Cakrik)

Mengenai bagian ke sepuluh dalam seni Kawarangkan yang disebut Cakrik (asal-usul), adalah penetapan bentuk warangka buatan yang memang sengaja diambil bentuk ciri khusus kedaerahannya. Sebab warangka jenis Ladrang dan Gayaman ciri Surakarta, tidak akan sama dengan ciri Mataram, atau ciri warangka daerah Madura, Bali atau jenis Majapahit. Waiau yang membuat orang Surakarta, tetapi kalau buatannya merupakan warangka cakrik Yogyakarta maka warangka tersebut tetap dinamakan warangka Mataraman.

  1. Seni Karawitan

  • Sebangsa Bonang
  • Sebangsa Balungan
  • Sebangsa Kenong
  • Sebangsa Gong
  • Sebangsa Kendang
  • Sebangsa Suling
  • Sebangsa Gender
  • Sebangsa Slenthem
  • Sebangsa Gambang
  • Sebangsa Rebab dan Siter

Sebagai teka-teki bagian ke sepuluh dalam seni karawitan, apakah betul betul bahwa rebab dan siter itu ciptaan asli dari nenek moyang kita, mengingat bahwa bangsa lainpun atau negeri-negeri selain Indonesia juga mempunyai alat kesenian yang serupa rebab dan siter itu.

  1. Seni Tatah Sungging Wayang Kulit

  • Tatahan Dewa
  • Tatahan Dewa Setengah Manusia
  • Tatahan Manusia
  • Tatahan Manusia Setengah Hewan
  • Tatahan Hewan
  • Tatahan Raksasa
  • Tatahan Demit (Setanan)
  • Tatahan Senjata
  • Tatahan Kendaraan dan Rampogan
  • Tatahan Gunungan

Adapun dalam bagian bagian keris ke sepuluh dari seni Wayang Kulit adalah bukan teka-teki asal pembuatannya, tetapi teka-teki kegunaannya. Sebab Gunungan bisa digunakan sebagai api, gunungan bisa digunakan sebagai air, gunungan bisa digunakan sebagai angin dan masih hanyak lagi perwujudan-perwujudan yang tidak termasuk dalam bagian yang banyaknya sembilan bab itu, bisa diganti dengan memakai tatahan Gunungan tersebut.

  1. Seni Tari

  • Tari Panji Sepuh
  • Tari Panji Anom
  • Tari Wukirsari
  • Tari Bapang
  • Tari Buta
  • Tari Bugis
  • Tari Dugang
  • Tari Estri
  • Tari Wre
  • Tari Sudira
Baca Juga :   Keris Pusaka Tanah Jawa Yg Paling Ampuh, Jaman Kerajaan Hingga Walisongo

Bagian bagian keris ke sepuluh dalam seni Tari yang disebut tari Sudira, adalah tari yang biasa digunakan untuk peran Gathutkaca umpamanya, tetapi juga bisa digunakan untuk tari lndrajid atau perajurit biasa. Maka tari Sudira ini tergolong ragam tari yang serba guna.

  1. Seni Busana
  • Pasatan Nginggil (rangkapan dalam atas)
  • Pasatan Ngandap (rangkapan dalam bawah)
  • Nyamping
  • Setagen
  • Sabuk
  • Epek Timang
  • Rasukan
  • Keris
  • Blangkon
  • Lamak

Adapun bagian ke sepuluh dalam seni Susana yang disebut lamak, dalam penggunaannyajangan terlalu terburu-buru pengetrapannya. Apa yang dinamakan lamak adalah semacam selop, sandal, ceripu, dan lain-lain. Waiau itu memang termasuk biasa untuk dipakai, tetapi andaikan kita masuk ke masjid, kitapun diharuskan melepaskan. Maka menggunakan bagian ke sepuluh ini harus melihat pengetrapan rasa dan tempatnya, yang didalam bahasa Jawa disebut Empan papan. Kembali kita membicarakan mengenai apa-apa yang bertalian dengan curiga atau gampangnya kita sebut keris.

Dengan diuraikannya perbandingan antara seni lain-lain yang diciptakan oleh sesama nenek-moyang kita, maka seni pembuatan keris sudah jelas bisa kita sebut senilai atau sejajar derajadnya. Perlu juga diutarakan di sini, bahwa di seluruh bumi Nusantara ini sejak dahulu sampai sekarang, sudah ada beribu-ribu tokoh-tokoh yang bisa disebut empu. Sehingga sudah banyak keris yang dibuat oleh para empu tersebut. Namun demikian untung bahwa sejak jaman Purwacarita sampai berdirinya kerajaan Pajajaran maupun Majapahit dan seterusnya, oleh nenek moyang kita dulu, entah itu dari kemauannya sendiri atau mungkin menjalankan titah raja.

Karya pembuatan keris banyak yang dimasukkan dalam catatan-catatan, dan untung catatan-catatan tersebut bisa turun-temururi dilimpahkan kepada anak cucu sehingga karya para empu dan nama-nama dari para empu sendiri langgeng menjadi warisan yang tercatat. Selain warisan catatan yang sudah diakui kebenarannya, pun juga masih banyak cerita-cerita rakyat yang menerangkan adanya empu yang mereka anggap sakti dan meninggalkan warisan pusaka-pusaka yang bertuah. Sebaiknyalah bila masih ada tempat yang terluang, selain para empu yang sudah diakui sejarahnya pun tidak ada salahnya atau rnengungkap kembali cerita-cerita rakyat yang menerangkan adanya empu yang membabar pusakapusaka bertuah itu. Sebelum sampai pada penulisan tentang apa yang tersebut di atas, terlebih dahulu marilah kita catat nama para empu dan karyanya, yang semuanya sudah bisa ditemui atau diketahui asal-usulnya.

Demikian pemaparan Kang Masrukhan tentang bagian bagian keris yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk Anda. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang KERIS BERKHODAM, Keris Pusaka yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Baik untuk kewibawaan, untuk kesejahteraan hidup. Untuk pengasihan, untuk kerezekian, jabatan dan kekayaan. Silahkan hubungi admin kami :

Call Center 1

Telepon & SMS : 082223338771

Call Center 2

Telepon & SMS : 085712999772

bagian keris, warangka keris jenis mataraman
Kepercayaan Terhadap Keris Keramat Bertuah, Apakah Syirik? Ini Penjelasannya!<< >>Nama Nama Keris Berdasarkan Empu Pembuat Keris di Seluruh Nusantara

About the author : apnusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published.