Cara Membuat Keris Sebagai Pusaka Ageman Hingga Memiliki Tuah Sakti

Cara Membuat Keris Sebagai Pusaka Ageman Hingga Memiliki Tuah Sakti – Secara umum keris dibedakan atas dua hal. Dilihat dari cara pembuatannya dan dari bahan apa keris itu dibuat. Dari cara pembuatannya ada keris yang disebut sebagai pusaka ageman dan ada yang disebut pusaka tayuhan. Berikut ini kami uraikan keris sebagai pusaka ageman.

Cara Membuat Keris Sebagai Pusaka Ageman

Dinamakan ageman, yang berarti jenis keris tersebut hanya untuk hiasan atau dipakai didalam acara-acara biasa. Umumnya untuk membuat jenis keris ageman hanya membutuhkan bahan seperti berikut :

  1. Besi balitung,
  2. Besi purosani, dan
  3. Besi penawang sebagai ganti Pamor.

Besi Balitung adalah besi murni yang warnanya hitam kecoklat-coklatan. Besi Purosani adalah besi yang timbulnya sudah bercampur baja. Adapun besi Penawang adalah besi lunak berwarna putih pudar, tetapi anti karat. Adapun Cara Membuat Keris Sebagai Pusaka Ageman ialah seperti berikut.

Karena zaman dahulu belum ada alat untuk menimbang, maka dalam hal pembuatan keris tidak ada cara timbang berat untuk bahan yang akan digarap. Cukup hanya dengan cara besi purosani selebar jari manis sepanjang kurang lebih 10 cm tebal menu rut kemauan. Besi tersebut terdiri satu lembar dan segera dimasukkan dalam api perapian sampai membara dan lantas ditempa sehingga menjadi lunak dengan dibentuk memanjang lurus atau berbengkok samar-samar. Setelah selesai besi tersebut dimasukkan ke dalam air.

Cara Membuat Keris Sebagai Pusaka Ageman selanjutnya, besi balitung selebar jari manis dan panjang kurang lebih 10 cm tebal menurut kemauan yang terdiri dari dua lapis, besi tersebut dibakar sampai membara dan di dalamnya diisi dengan besi Purosani yang sudah dingin. Besi Balitung yang membara dan sudah terisi tersebut ditempa sehingga merekat bersatu dibentuk panjang lurus membujur atau dibuat bentuk berbengkokbengkok menurut ketentuan dapurnya, yang bengkokannya keris diharuskan bersifat lengkung ganjil, berarti lengkung tiga-lima-sembilan sampai ada yang berlengkung 29 (dua puluh sembilan).

Baca Juga :   Cara Menggunakan Keris Pusaka Bertuah yang Benar Sesuai Aturan Leluhur

Sesudah bengkok atau dalam istilah keris dinamakan luk sudah selesai dibuat, besi yang membara tersebut diangkat tetapi jangan dimasukkan dalam air. Ditumpangkan dulang landasan dan besi yang baru dibangun memanjang itu segera ditempa dan dikurangi di ujung belakang untuk disediakan dibuat bentuk apa yang dinamakan pesi. Yang panjangnya diperkirakan paling panjang 7 cm, bagian lain-lainnya perwujudan keris yang setengah jadi tersebut segera diisi dengan gambar atau gambar lekuk (dekok bahasa Jawa) yang dalam istilah keris (kacurigan) dinamakan ricikan yang diinginkan menurut ketentuan.

Selesai membentuk dan membikin ricikan, Cara Membuat Keris Sebagai Pusaka Ageman selanjutnya besi pengambilan dari bagian pesi yang diambil dibuat ganja, setelah ganja sudah membentuk, di tengah harus dilubangi untuk jalan menusuk atau masuknya pesi tersebut di atas. Besi tiga lapis yang sudah dibentuk menyerupai keris itu masih belum dinamakan selesai, dalam istilah kacurigan baru dinamakan blabaran. Setelah blabaran keris tadi disirep (dimasukkan air), segera besi panawang (bukan pamor) disiapkan terdiri dari dua lapis, sebesar dan selebar 2 (dua) milimeter, panjang menurut panjangnya blabaran keris. Besi panawang segera dimasukkan ke dalam api, seraya mempersiapkan blabaran, yang juga dimasukkan ke dalam api tetapi hanya separoh bara.

Dan besi panawang yang mulai meleleh segera ditaruh atau ditumpangkan ke atas tengah-tengah blabaran keris mulai dari ganja sampai pucuknya di bagian sebelah yang kesatu dan terus ditempa (digembleng). Oleh karena sifat besi panawang tersebut lunak gampang mencair, maka setelah diteteskan di blabaran sebelah, pasti segera mencair membentuk gambar seperti riak air atau daun dan lain sebagainya. Cai ran besi panawang tersebut kalau sudah melengket di blabaran keris kanan dan kiri biasanya dinamakan pamor panawang, berarti pamor yang terbuat dari besi panawang, dan bukan terbuat dari besi pamor asli.

Baca Juga :   Asal Usul Keris Bertuah dan Berkhodam Berdasarkan Kepemilikannya

Ada yang perlu diketahui dan diperhatikan, bahwa dalam Cara Membuat Keris Sebagai Pusaka Ageman pengetrapan apa yang dinamakan pamor, entah itu pamor panawang atau pamor asli, semuanya jangan sampai mengenai bagian pesi. Blabaran keris yang sudah hampir selesai penggarapannya tersebut segera diangkat dan ditumpangkan di atas dulang landesan. Setelah dingin digosok pelan-pelan dan jangan terlalu menekan, mulai dari ganja sampai pucuk kembali dari ganja sampai pucuk lagi.

Berarti jangan menggosok secara bolak-balik. Penggosokan itu dengan menggunakan besi bundar halus. Setelah selesai penggosokan, baru perwujudan tersebut dinamakan keris babaran. Babaran keris yang tertulis di atas tadi, karena pembuatannya hanya dengan cara yang biasa seperti pembuatan alat-alat yang dibuat dari besi, maka keris tersebut hanya dinamakan keris ageman. Dalam istilah umum dimasukkan dalam golongan keris yang tidak berisi, walaupun dibuat oleh salah seorang empu.

Demikian tentang Cara Membuat Keris Sebagai Pusaka Ageman. Semoga bermanfaat untuk Anda. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang KERIS BERKHODAM, Keris Pusaka yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Baik untuk kewibawaan, untuk kesejahteraan hidup. Untuk pengasihan, untuk kerezekian, jabatan dan kekayaan. Silahkan hubungi admin kami :

Call Center 1

Telepon & SMS : 082223338771

Call Center 2

Telepon & SMS : 085712999772

Makna Keris, Daya Magis Dan Nilai Metafisika. Mengapa Keris Harus Anda Miliki?<< >>Pusaka Keris Tayuhan, Apa Bedanya Dengan Keris Sebagai Pusaka Ageman?

About the author : apnusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published.