Cara Membuat Keris Tayuhan Jaman Raja Raja Jawa, Selengkapnya!

Cara Membuat Keris Tayuhan Jaman Raja Raja Jawa, Selengkapnya! – Apa yang dinamakan tayuhan atau cara menayuh, sebaiknya kita bicarakan kemudian. Lebih dahulu akan diuraikan cara pembuatan keris pusaka tayuhan. Peralatan yang harus disediakan untuk keperluan pembuatan pusaka, sama dengan peralatan yang sudah diuraikan sebelumnya.

Cara pembuatan dalam tata lahirpun, juga tidak berbeda jauh dengan apa yang sudah diuraikan. Hanya pelaksanaan batin memang ada sedikit perbedaannya. Dan bila tata cara pembuatan, kalau diperinci secara urut ialah sebagai berikut. Sebelumnya sang empu memasukkan besi ke api yang menyala-nyala, terlebih dulu si empu mengucapkan mantra. Dari sekian banyak kata-kata sebagai mantra, di antaranya ada yang berbunyi :

“Aum, Sembahning Anatha Tingghalana De Trilokasarana. Awignham Astu, isun Empu ….. (nama sang empu) Tan Awacana, De Nir Arthaka Darpa. Dang Dahana Bagni Niraweh Sara Sudharma”.

Terjemahannya kurang lebih sebagai berikut.

“Ya Tuhan, semoga sembah permohonan hamba ini Paduka ketahui, sang Pelindung tigabuana. Jangan ada halangan, hamba empu ….. (nama empu) tidak mengucapkan kata-kata, yang tidak berguna dan sombong. Api yang menyala-nyala ini semoga memberi pusaka yang berguna”

Proses Cara Membuat Keris Tayuhan

Setelah mengucapkan mantra atau kata-kata permohonan ini, sang empu memulai karyanya, dengan urutan sebagai berikut.

Cara Membuat Keris Tayuhan Tahap 1

Besi-besi calon babaran disediakan berjajar (besi balitung, besi purosani, besi panawang, pamor biasanya masih disimpan}.

Cara Membuat Keris Tayuhan Tahap  2

Besi purosani panjangnya kurang lebih 10 cm, lebar kurang lebih 1 cm dan tebal kurang lebih 0,5 (setengah) cm. Besi ini dicapit dan dimasukkan dalam api. Pembantu selalu memompa (ngububi bahasa Jawa) agar api selalu menyembur mengenai besi tersebut. Jika besi sudah membara, terus diangkat dan diletakkan di atas dulang landesan. Para pembantu menghentikan memompa angin (ngubub) untuk ikut serta menyaksikan sang empu yang menempa besi tersebut.

Kalau sekira besi akan kembali membeku harus segera dimasukkan ke dalam api lagi. Dan ditempa lagi sehingga bersifat memanjang (menurut selera) membentuk ujung dan pangkal. Kalau bentuk sudah terasa memadai dengan yang direncanakan oleh . sang empu, segera pembakaran diakhiri dan besi dimasukkan ke air, yang dalam istilah empu dinamakan disirep. Diletakkan di tempat yang sudah · disediakan dan ditunggu sampai dingin.

Cara Membuat Keris Tayuhan Tahap 3

Besi balitung (ada juga besi panawang dulu) panjang kurang lebih 40 cm dan tebal 0,5 cm, adapun lebarnya 8 cm. Besi tersebut segera dibakar dimasukkan api sampai membara. Setelah itu segera diangkat ditumpangkan di atas dulang landesan dan ditempa sampai besi dibentuk memanjang kurang lebih 60 cm dan dilebarkan menjadi kurang lebih 2,5 cm pun tetap dibentuk ujung (pucuk: Jawa) dan bongkot (pangkal). Selesai membentuk, besi yang sudah mulai membeku tadi kembali dimasukkan ke dalam api dan dibakar sampai membara.

Setelah membara besi diangkat ditumpangkan di dulang landesan, besi membara tadi ditekuk menjadi dua, yang semula panjang kira-kira 60 cm menjadi kurang lebih 30 cm. Setelah membentuk menjadi dua lapisan, lekas-lekas besi purosani yang dingin diselipkan di tengah-tengahnya. Dan besi yang sekarang berbentuk 3 (tiga) lapis ini segera ditempa agar lengket menjadi satu. Sekiranya sudah kelihatan manunggal, sebentar dimasukkan api dibuat setengah membara dan segera dimasukkari air (disirep) sampai dingin.

Baca Juga :   Keris Pusaka Tanah Jawa Yg Paling Ampuh, Jaman Kerajaan Hingga Walisongo

Cara Membuat Keris Tayuhan Tahap 4

Besi panawang sepanjang kurang lebih 40 cm, tebal kurang lebih 0,5 cm dan lebar kurang lebih 2,5 cm. Dimasukkan ke dalam api dibakar sampai membara. Setelah itu diangkat, ditumpangkan di atas dulang desan. Besi yang memanjang dibekuk menjadi dua, berarti merupakan dua lapisan. Besi dingin yang berlapis tiga segera diselipkan di tengah dua lapisan yang terakhir tadi.

Di sinilah sang empu mulai berhati-hati mengarahkan pandangan tepat di ujung hidung (mandeng pucuking grana bahasa Jawa) tembus langsung di celah-celah saluran lapisan di antara lapisan luar dan lapisan di tengah. Pandangan diarahkan mulai ujung sebelah kanan sampai ujung kiri, seraya mensisipkan kata-kata yang seakan-akan kata-kata tersebut agar bersemayam di sela-sela lapisan. Adapun kata-kata itu berbunyi umpamanya:

“Semoga Yang Menyimpan Diri Saya (keris itu) Dan Tekun Memelihara Saya Dengan Jalan Bersihkan Saban Selapan Hari Sekali (36 hari) Dengan Air Leri. Si ramah Diri Saya Saban Setahun Sekali. Orang lni Akan Didekati Rezeki. Semoga Yang Maha Kuasa Mengabu/kan Permohonan Saya lni”.

Seraya mengucapkan kata-kata ini, besi segera ditempa menjadi satu lengket seakan-akan menutup jalan keluarnya suara titipan dari sang empu tersebut. Setelah besi lapisan kelihatan sudah menyatu, kemudian kembali dimasukkan ke dalam api dan dibakar lagi setengah membara. Diangkat lantas lempengan dibentuk keris yang lurus atau bengkok (luk bahasa Jawa). Dan ujung dibentuk yang ramping, adapun pangkalnya sisi kanan dan kiri dipotong tinggal tengah kira-kira sepanjang 7 cm. Besi yang tertinggal tadi segera dibentuk bulat lurus kira-kira sebesar setengah pensil tulis. ltulah untuk persediaan menjadi bagian apa yang dinamakan pesi.

Cara Membuat Keris Tayuhan Tahap 5

Cara Membuat Keris Tayuhan selanjutnya yaitu Besi pamor yang biasanya sudah merupakan lempengan-lempengan tipis disediakan. Besi yang sudah setengah jadi tersebut dibakar lagi sampai membara, diangkat ditumpangkan dulang landesan. Lempengan besi pamor segera ditaruh di atas keris yang setengah jadi melajur mulai dari pangkal sampai ujung. Pamor yang menempel di atas (baru sebelah) dengan hati-hati dimasukkan ke dalam api. Bila sudah kelihatan meleleh atau sudah manunggal dengan besinya, cepat-cepat diangkat ditaruh dulang. Pamor yang luluh meleleh tersebut segera digarap agar bisa menjadi gambaran apa menurut kemauan sang empu. Umpamanya dengan alat sabut kelapa ditekan diurutkan mulai pangkal sampai ujung, di situ merupakan gambar pamor berserat-serat dan dalam istilah gambar pamor disebut Pamor Blarak Sineretdan lain-lain. Tebal tipisnya menurut kemauan sang empu.

Pengetrapan pamor di kiri kanan keris yang belum jadi tersebut, dalam istilah empu dinamakan keris Blabaran. Kalau mengikuti yang tercatat di atas, dirasa tentang pembuatan keris Pusaka Tayuhan tidak begitu sukar. Tetapi menurut pengalaman siapa-siapa yang pernah melihat apalagi menangani sendiri walau hanya sebagai juru melayani empu. Pekerjaan ini sebetulnya merupakan karya yang sangat sulit dan berat penggarapannya. Apalagi setelah pusaka tersebut sudah sampai bentuk menjadi pusaka Blabaran.

Baca Juga :   5 Jenis Keris Paling Sakti dan Banyak Dicari

Para empu harus menyempurnakan perwujudan agar karyanya tadi betul-betul berujud pusaka keris yang maempu menjadi barang peninggalan dengan membawa ketenaran yang membuat. Maka keris Blabaran tersebut lantas dihaluskan tentang perabaannya, diteliti tentang tangguhannya. Setelah segalanya sudah kelihatan dan terasa seempurna, barulah karya sang empu tersebut bisa dianggap karya keris yang sejati. Tetapi belum berani memberikan julukan keris Pusaka Tayuhan. Sebab demi menjaga nama baik sang empu sendiri, keris itu olehnya sendiri harus ditayuh.

Cara Membuat Keris Tayuhan Tahap 6

Blabaran keris yang sudah dihaluskan bentuk tangguh dan lain sebagainya tersebut, segera ditayuh oleh sang empu. Kalau betul-betul tayuhannya keluar, berarti keris itu mampu menyimpan kata-kata tuah atau apa saja yang dikehendaki atau dititipkan oleh sang empu, maka keris itu sudah bisa dianggap keris Pusaka Tayuhan. Sebaliknya kalau ditayuh oleh empu yang membuat, nyata-nyata keris tidak mampu mengeluarkan tuah katakata. Oleh empu yang betul-betul menjaga kewibawaan dirinya, keris tersebut segera dilebur lagi. Keris yang dilebur menjadi bahan lagi itu dalam istilah para empu dinamakan besi Lu/uhan. Besi luluhan tersebut bila akan dicampurkan dengan besi lain-lain untuk pembuatan keris lagi, bagi para empu menjadi bahan yang sangat berharga.

Cara Membuat Keris Tayuhan Tahap 7

Cara Membuat Keris Tayuhan  selanjutnya yaitu Para empu yang sudah betul-betul dapat membabar karyanya berujud keris Pusaka Tayuhan. Di situ dengan disaksikan oleh teman atau para pembantu sang empu lantas memberi nama kepada keris buah karyanya tersebut, umpamanya Kyai Tundungmungsuh dan lain sebagainya. Tetapi kalau karyanya itu walau berujud Pusaka Tayuhan, tetapi bukan dari buah anganangannya sendiri ciptaan, keris tersebut di depan nama harus ditambah kata-kata Dapur, berarti menurut perwujudan yang sudah ada.

Biasanya pembuatan apa yang dinamakan keris Pusaka Tayuhan tersebut, tidak bisa dibatasi waktunya. Kalau lancar dalam setengah bulan jadi, tetapi kalau belum diperkenankan oleh Tuhan, tiga tahun belum tentu bisa selesai.

Itulah cara membuat keris tayuhan yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat untuk Anda. BAROKALLAH.

Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang KERIS BERKHODAM, Keris Pusaka yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Baik untuk kewibawaan, untuk kesejahteraan hidup. Untuk pengasihan, untuk kerezekian, jabatan dan kekayaan. Silahkan hubungi admin kami :

Call Center 1

Telepon & SMS : 082223338771

Call Center 2

Telepon & SMS : 085712999772

cara membuat keris bertuah
Pusaka Keris Tayuhan, Apa Bedanya Dengan Keris Sebagai Pusaka Ageman?<< >>Cara Menayuh Pusaka Keris, Cara Merasakan Energi Dan Tuah di Dalamnya

About the author : apnusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published.