Cara Merawat Keris, Memandikan, Memelihara dan Menyimpan Keris Pusaka

Cara Merawat Keris, Memandikan, Memelihara dan Menyimpan Keris Pusaka – Seringkali dijumpai, karena sangat sayang dan ingin menghargai apa yang bersifat antik seperti keris umpamanya. Di situlah banyak orang yang dirasa secara berlebih-lebihan, mengenai cara mereka memelihara maupun menyimpan kerisnya itu. Tidak sedikit di antara mereka menyimpan kerisnya dicampur menjadi satu . tempat dengan pakaiannya. Malahan ada kalanya di tempat tersebut sengaja _disebari bunga, agar seketika itu berbau wangi.

Cara merawat keris pusaka seperti ini sebenarnya tidak pada tempatnya, dan juga boleh dikata tidak benar sama sekalL Mengingat bahwa jika bunga yang bertebaran di tempat tersebut sudah satu atau dua hari, tak urung semuanya sudah mulai layu dan terus membusuk. Maka paka!an dan apa saja yang berada di situ pasti berbau yang sangat mengecewakan, sebab tempat tersimpannya keris dan pakaian itu biasanya di almari. Dan tidak mungkin kalau almari tersebut tidak biasa tertutup atau terkunci. Hawa lembab di dalamnya pasti membuat busuk bunga-bunga tersebut.

Cara merawat keris pusaka itu sebaiknya keris ditempatkan di tempat yang tersendiri, dan sedapat mungkin tempat tersebut harus sering terbuka dari pada ditutup. Kalau memang keris itu mendapat tempat seperti apa yang tersebut di atas, memang tidak ada salahnya bahwa tempat itu bisa ditaburi bunga-bunga yang mengeluarkan bau wangi. Dan setelah satu dua hari menjelang layu, bunga-bunga tersebut diganti yang baru. Malahan sedikit bisa diceritakan di sini berdasarkan kepercayaan, bahwa kalau yang disimpan di tempat tersebut merupakan keris yang mempunyai nilai tayuhan yang tinggi, bunga yang ditebarkan di situ kebanyakan tidak menjadi layu, tetapi langsung garing tanpa proses membusuk.

Tetapi kalau terpaksa keris itu harus disimpan bersatu dengan pakaian dalam satu tempat. Sebaiknya keris tersebut diperlakukan sebagai berikut :

  • Keris yang di dalam warangka janganlah disimpan secara lugas, tetapi harus dibuatkan salongsong (wadah) dari kain, dan salongsong harus bisa menyimpan keris tersebut sampai tidak kelihatan sama sekali, mulai dari ujung pendok sampai ujung ukirannya.
  • Selama dalam selongsong, keris jangan sekali-kali diberi hiasan untaian bunga, yang biasa dikalungkan di sekitar mendak. Sebab hawa sari bunga tersebut bila menguap, pasti tersedot atau diserap oleh keris itu melalui celah-celah warangka terus masuk menempel di wilahan. Hal itu sangat merugikan, sebab uap dari bunga tersebut kebanyakan merupakan zat perusak yang kuat. Jadi kalau wilahan keris kalah kuat daya tahannya, pastilah keris akan mengalami kerusakan, atau dinamakan kropok, atau gripis. Akhimya akan mengurangi nilai tentang apa-apanya terhadap keris itu sendiri.

Cara Memandikan Keris Pusaka Bertuah

Salah satu cara merawat keris pusaka adalah memandikannya. Memandikan keris sebaiknya diserahkan kepada orang yang sudah biasa melakukan. Namun demikian jika terpaksa harus memandikan sendiri, maka bisa dilaksanakan dengan cara seperti berikut :

  1. Sediakanlah dua wadah (waskom atau apa saja) yang sekiranya cukup untuk menaruh keris. lsilah air separo dari wadah tersebut. Keduanya taburlah bunga-bunga secukupnya.
  2. Dua buah pace yang sudah masak menguning, satu dipenyet campurlah qengan sedikit air, taruh atau diilirlg di tempat yang kering (cangkir atau apa saja). Adapun yang satu biarkan utuh, tetapi belahlah menjadi dua.
  3. Buah Lerak secukupnya.
  4. Bubuk kayu Candana dan bubukan kayu jati yang halus. Kedua macam bubukan harus mempunyai wadah sendiri-sendiri.
  5. Ramuan Garu, Ratus, Rasamala, yang semuanya itu bisa dicampur menjadi satu wadah.
  6. 2 (dua)·sikat dan dua lidi yang sudah diruncingkan dali kaos tangan.
  7. Tempat rendeman yang biasanya dibuat dari kayu dengan ukuran 15 cm x 50 cm.
  8. Jeruk nipis atau jeruk pecel. Akan tetapi jeruk pecel dalam soal ini terlalu banyak mengeluarkan air dan terlalu lengket.
Baca Juga :   Cara Membuat Keris Sebagai Pusaka Ageman Hingga Memiliki Tuah Sakti

Kalau semuanya ini sudah tersedia, maka cara merawat keris pusaka mulailah tempat rendaman diisi air kira-kira setinggi tiga jari. Setelah itu penyetan buah pace dicampurkan dengan air itu, dan berilah air jeruk (peresan) secukupnya. Ramuan ini dibiarkan selama 10 atau 15 menit. Keris yang sudah lugas (ukiran lepas) peganglah dengan tangan kiri yang sudah memakai kaos tangan. dan untuk pertama kali harus memegang pesinya. Siramlah keris itu (seperti memandikan orang) sampai merata dengan air dalam waskom (1).

Buah Lerak yang sudah dibuang isinya diberi air agar mengeluarkan busa. Busa tersebut untuk pengganti sabun. Dengan menggunakan sikat (1), keris yang basah tadi disikat berulangkali dengan air Lerak, sehingga kotoran-kotoran yang menempel di keris dapat segera hilang. Waktu menggosok keris dengan sikat, jangan sekali-kali membolak-balik. Sebaiknya mulai dari pesi sampai ganja, terus ke awak-awak hingga sampai pucuk ialah ujung atau runcing keris. Segalanya harus dengan pelan-pelan tetapi mantap.

Dengan berulang-ulang disikat, keris dengan sendirinya kelihatan semakin bersih. Kalau sekiranya sudah dianggap cukup kelihatan serat-serat pamor atau keris sudah nyata-nyata kebersihannya, bersihkanlah segera keris itu dengan menggunakan kain bersih. Cara membersihkan juga jangan membolak-balik, seyogyanya dengan cara memijit-mijitkan kain itu ke seluruh bagian. Setelah itu bersihkanlah keris yang kering karena kain tersebut dengan menyiram air bersih dari tempat air (2). Dan setelah bersih, kembali keringkan keris itu· seperti apa yang sudah diterangkan di atas. Dan segera masukkan ke dalam ramuan buah pace dan jeruk di tempat rendaman. Nantikanlah sampai sepuluh atau limabelas menit.

cara merawat keris pusaka selanjutnya, angkatlah dan gosok keris dari rendaman dengan buah pace yang masih berupa bungkalan buah. Tidak perlu lama-lama, cukup satu dua menit saja. Sampai dapat diperkirakan bahwa buah pace itu air atau sarinya betul-betul melengket di keris tersebut. Ambillah ramuan Garu, Ratus, dan Rasamala, taburkan pada keris itu. Sekiranya ramuan itu sukar didapat, boleh juga hanya dengan ratusnya saja. Dan ramuan itu kalau sudah kelihatan melengket, biarkanlah dua atau tiga menit.

Baca Juga :   Asal Mula Keris Bertuah (Tosan Aji), Bagaimana Energi Keris Membawa Kesuksesan?

Nyalakan lilin dan taruhlah keris tersebut jarak lima jari di atas api lilin, gerakkan ke kanan ke kiri sehingga kering. Keris yang sudah dilumuri ramuan tersebut dengan pelan-pelan sikatlah lagi dengan cara mulai dari ganja sampai ujungnya, agar ramuan yang menempel itu terlepas lagi, tetapi sari dari semua ramuan tersebut tetap masih menempel.

cara merawat keris pusaka berikutnya yaitu Gosoklah lagi dengan buah pace seperti di atas, dan seterusnya taburlah dengan bubukan kayu cendana, ambillah lilin dan nyalakan. Keris letakkan lagi di atas api lilin seperti apa yang sudah diterangkan di atas. Setelah kering jangan tunggu lama-lama segera oles lagi dengan buah pace, setelah itu taburkanlah bubukan kayu jati itu sampai merata. Jika keris sudah kering, kayu jati itu harus dihilangkan dengan cara menyikat pelan-pelan sampai bersih. Selesailah apa yang dinamakan siraman ini. Dan boleh juga dinamakan memandikan keris secara naluri.

Perlu diterangkan di sini juga perincian kegunaan dari serangkaian bahanbahan yang tertera di atas, yaitu buah lerak untuk membersihkan kotoran yang menempel di keris. Buah pace untuk sarana membuka pori-pori atau jalan perembesan dari awak-awak untuk bisa memasukkan sari-sari dari uap kayu candana, garu, ratus, dan rasamala. Air jeruk untuk sarana melengketkan apa yang ditabur atau dioleskan ke awak-awak keris. Dan bisa ditambahkan di sini, setelah selesai keris mendapat siraman, jangan tergesa-gesa dimasukkan ke dalam warangka, tetapi dengan tekun bersihkanlah apa-apa yang masih tertinggal dengan menggunakan lidi runcing.

Itulah cara merawat keris pusaka, semoga bermanfaat untuk Anda. BAROKALLAH. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang KERIS BERKHODAM, Keris Pusaka yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Baik untuk kewibawaan, untuk kesejahteraan hidup. Untuk pengasihan, untuk kerezekian, jabatan dan kekayaan. Silahkan hubungi admin kami :

Call Center 1

Telepon & SMS : 082223338771

Call Center 2

Telepon & SMS : 085712999772

cara mengunakan klewer, cara merawat nogo sosro mini, Memandikan keris luk 5
Masa Kejayaan Keris Jawa Sebagai Pusaka Nusantara Paling Sakti<< >>Cara Memanggil Khodam Keris Pusaka dan Merasakan Kekuatan Di Dalamnya

About the author : apnusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published.