Ciri Khas Keris Pusaka Tanah Jawa, Zaman Kerajaan Hindu Hingga Islam

Ciri Khas Keris Pusaka Tanah Jawa, Zaman Kerajaan Hindu Hingga Islam – Bila ingin mengetahui asal-usul pembuatan keris, sebaiknya kita mengetahui dulu atau memperdalam soal apa yang dinamakan pasikutan. Setelah itu baru kita memegang pedoman dengan apa yang dinamakan panangguhan.

Pasikutan

pasikutan adalah catatan rasa yang terdapat dalam perwujudan Keris Pusaka Tanah Jawa itu. Jadi kalau kita sudah memegang keris tersebut, kita segera mendapat gambaran sebagai berikut :

  1. Keris itu besarnya tidak seimbang dengan panjangnya.
  2. Kalau dilihat tebalnya tidak seimbang dengan panjang dan lebarnya.
  3. Andaikan keris tersebut kita samakan seperti manusia, mungkin kelihatan keris itu terlalu bangkok, kepala terlalu besar dan lain sebagainya.
  4. Keris dibayangkan seperti orang yang tidak bersemangat.
  5. Perabaan dan perwujudan keris seperti orang yang gagah riang, tangguh, kekar.dan lain sebagainya.

Semuanya itu dalam istilah perkerisan dinamakan Pasikutan.

Panangguhan

Panangguhan adalah pengira-ira (bahasa Jawa) pada jaman keris tersebut dibuat. Sebab walaupun sama-sama dapur nagasasra umpamanya, tetapi banyak juga perbedaannya dalam penggarapan atau beda dalam bahan-bahannya. Sebab walau sama dapurnya, tetapi dibabar atau dibuat oleh lain jaman apalagi tempat asal pembuatannya, tentu saja bahan-bahannya maupun persyaratan-persyaratan lain-lain pun berbeda pula.

Maka setelah keris itu selesai dibuat, walaupun bentuk dan isiannya sama, tetapi pasti kelihatan perbedaannya. Karena dibuat menurut persediaan alam yang diambil atau yang dipergunakan oleh si pembuat pusaka itu. Umpamanya mengenai syarat air, kalau yang untuk mencampur pembuatan pusaka itu diambil dari air pegunungan, kalau dibanding dengan air yang diambil dari tanah ngarai seperti tempat yang dekat dengan air lautan. Jika keris itu selesai dibuat, pastilah akan kelihatan pancaran sinarnya yang lain.

Keris Pusaka Tanah Jawa yang dibuat dengan campuran air pegunungan biasanya akan kelihatan seakan-akan lembab basah, sebaliknya keris dengan campuran air laut akan kelihatan mengerak kering. Adapun perputaran atau pergantian zaman pembuatan, orang-orang kuna sengaja menggunakan bahan-bahan setempat sebagai syarat standarnya. Di sini dibabarkan perbedaan pembuatan keris pada jaman yang satu dengan jaman yang lain.

Keris Buatan Jaman Pajajaran

Keris Pusaka Tanah Jawa pembuatan jaman Pajajaran bisa dilihat bahwa panjangnya kira-kira dua cengkal. Pengetrapan ganja atau bentuknya ambathok mengkurep (bahasa Jawa). Sirah cecaknya panjang, Gandiknya miring panjang. Sogokannya tidak terlalu panjang. Adapun yang dibuat lengkok atau luk, pasti lengkoknya merata antara satu dan lainnya antara dua setengah jari. Dalam rasa pandangan keris kelihatan sedikit memutih dan garing, dikarenakan air yang sengaja untuk campurannya diambil dari air asin. Keluarnya pamor seakan-akan tidak teratur, tetapi padat dan sebagian besar memakai dasar gambar pamor gajih. Lebar sesuai dengan panjangnya, maka keris kelihatan gagah berwibawa. Namun dalam rasa perabaannya tidak rata.

Keris Buatan Jaman Majapahit

Dalam rasa semu Keris Pusaka Tanah Jawa buatan negeri ini bisa dikatakan regu dan wingit. Bentuk ganja sebit lontar sirah cecaknya pendek tetapi halus luwes. Gandiknya pendek sedikit miring, sogokan pendek luwes. Yang dibuat lengkok (luk) kelihatan luknya sedikit renggang antara tiga jari. Panjang kira-kira dua cengkal, di ujung kelihatan runcing manis. Besinya terasa padat, kalau diraba terasa halus, dan kalau dipahdang lama-lama keris kelihatan berwarna hitam kebiru-biruan, kering dan halus. Semuanya itu karena air yang diambil untuk mencampur dalam pembuatan diambil dari pegunungan dan dipilihkan yang betul-betul bersih. Kebanyakan pengetrapan pamor selalu terang dan dibuat berserat-serat panjang.

Keris Buatan Blambangan

Keris Pusaka Tanah Jawa ini masih sejaman dengan Majapahit, hanya perbedaan terletak pada perwujudannya. Keris buatan Blambangan terasa besinya kelihatan basah tetapi sedikit bersinar putih. Karena campuran besinya sedikit, sedangkan besi Penawangnya lebih banyak. Perabaannya terasa keras sebab air yang dipergunakan untuk campuran diambil dari laut. Dasar pembuatan bentuk pamor, masih banyak mengambil dasar gambar pamor gajih, namun banyak juga yang diselingi dengan cara mrambut. Keris yang dibuat lengkok bisa dilihat bahwa lengkoknya sengaja dibuat kurang merata dan sedikit renggang jika dibandingkan dengan buatan jaman Majapahit. Keris dibuat lurus, pembuatannya begitu bersahaja dan ujungnya tidak kelihatan runcing.

Baca Juga :   Keris Empu Gandring, Dibalik Terbunuhnya 6 Korban Akibat Kutukan Sang Empu

Keris Buatan Jaman Sedayu

Keris Pusaka Tanah Jawa buatan jaman Sedayu masih sejaman dengan Majapahit. Pembuatan bentuk ganja selalu sebit lontar sedikit panjang. Waiau panjangnya kira-kira dua cengkal, tetapi kelihatan ramping, dan lurusnya sengaja dibuat mendoyong. Awak-awakan dari belakang kefihatan ramping tetapi separo hingga ujung sedikit melebar. Yang dibuat lengkok kelihatan lengkoknnya manis tidak terlalu merenggang dan tidak terlalu menggelombang. Hanya saja besi kelihatan kurang cahaya. Pamor sangat kurang tetapi dibuat mrambut, dan pengetrapannya kurang memadat.

Keris Buatan Jaman Tuban

Keris buatan jaman Tuban juga masih sejaman dengan Majapahit. Keris tersebut dibuat lurus kelihatan garang karena awak-awakannya lebar, panjang ada yang melebihi dua cengkal, dan dibuat tipis. Sirah cecak besar pendek. Yang dibuat lengkok kelihatan lengkoknya merenggang dan ujungnya runcing. Besi kelihatan kering karena terlalu banyak besi bajanya. Pangetrapan pamor mubyar padat. Jika diraba terasa halus.

Keris Buatan Madura

Keris Pusaka Tanah Jawa ini juga masih sejaman dengan Majapahit. Kalau dilihat terasa gagah, sebab panjangnya ada yang melebihi dua cengkal. Besinya matang tidak banyak menggunakan besi baja. Pamor kebanyakan memakai pola pamor pajih. Dan kalau dipandang terus menerus seakan-akan bersap-sap. Mungkin terlalu lama dalam pembakaran, maka jika tidak hati-hati merawat, besi gampang geripis, sebab air yang diambil untuk mencampur dalam pembuatannya dari air laut. Yang dibuat lengkok, selalu tidak merata. Kebanyakan renggang di bagian belakang, tetapi tengah sampai ujung sangat rapi.

Keris Buatan Jaman Sendang

Keris ini juga masih sejaman dengan Majapahit, tetapi segalanya kelihatan wagu. Panjang kurang dari dua cengkal. Yang keluar lurus sengaja dibuat lebar ujungnya tidak runcing. Hanya besinya selalu kelihatan hitam dan seakan-akan basah. Karena airnya diambil dari pegunungan. Kalau yang dibuat lengkok, lengkoknya kaku tidak merata. Pengetrapan pamor kurang padat, terasa mengambang. Namun begitu, cara pembuatan keris ini sangat dirasakan kewingitannya.

Kebanyakan Keris Pusaka Tanah Jawa buatan dari jaman Sendang kerisnya selalu kelihatan lugu, tidak banyak mengisikan ricikan, malahan kebanyakan ganja memakai cara irasan. Pangetrapan pamor tidak teratur tetapi malah menimbulkan rasa serem. Jika diraba terasa halus. Konon dalam penelitian, karena pamoryang diterapkan dalam buatan keris ini tidak begitu padat, maka bila ada yang meraba atau menelusur, dianjurkan jangan sampai jari-jarinya terkena pamor, itu sangat berbahaya.

Keris Buatan Jaman Kerajaan Demak

Kebanyakan Keris Pusaka Tanah Jawa buatan jaman ini mempunyai daya tarik tersendiri, yaitu bila dilihat sepintas lalu masih seperti meniru-niru buatan Majapahit, tetapi jika diperhatikan benar-benar besinya basah seperti besi Majapahit, namun pamor yang menempel di situ seolah-olah mengambang. Dari itu bisa ditemukan musababnya, bahwa keris buatan Demak memang terdiri dari besi pilihan, tetapi sayang airnya yang terang tidak memadai. Malah bisa dikatakan air untuk mencampur pembuatan keris dari negeri ini, terdiri dari air angin.

Keris Buatan Jaman Kerajaan Pajang

Besi keris buatan jaman Pajang walau terpilih tetapi masih kurang campuran bajanya dan kebanyakan kurang matang mencampurnya, sehingga dalam perabaan terasa · kurang mantap, apalagi yang keluar sebagai keris yang berlengkok. Maka oleh para empu pada masa itu, bila keris berlengkok, dibuatnya agar keris sedikit besar (berawa: Jawa). Sogokan panjang tetapi manis, ganja dibuat panjang dan gandik panjang pun miring.

Segalanya itu mungkin untuk menutup kekurangannya, namun masih juga tidak bisa mengejar kesempurnaan mengenai keluarnya pamor. Sebab walau keris tersebut diberi pamor banyak sekalipun, terpaksa banyak yang terserap masuk ke dalam awak-awak. Jadi kesimpulannya keris pembuatan jaman Pajang dinilai buruk, tetapi juga ada baiknya, yaitu kekurangsempurnaan dalam pembuata.n tersebut, malah menjadi sarana meresapnya pamor yang diterapkan di situ, sehingga keris buatan Pajang, bila diuji mengenai daya keampuhannya, mungkin lebih meyakinkan jika dibanding dengan pembuatan masa lain.

Baca Juga :   Nama Nama Keris Berdasarkan Empu Pembuat Keris di Seluruh Nusantara

Keris Buatan Jaman Kahuripan

Keris Pusaka Tanah Jawa buatan jaman Kahuripan mempunyai ciri tersendiri, yaitu bila sengaja dibuat lurus, kebanyakan tidak memakai ganja susulan atau tanpa ricikan banyak. Maka kelihatannya tidak begitu mengesankan (kemba: Jawa). Jika yang merupakan keris luk, maka pembuatan luknya tidak merata. Luk yang tidak merata menjadi ciri tersendiri, umpamanya mulai belakang dekat ganja luknya biasa seperti keris lain-lain, tetapi setelah jatuh di tengah lantas kembali lurus saja. Pamornya juga mempunyai daya tarik tersendiri, yaitu hampir semua buatan jaman ini pasti pamor sanak mrambut dan bisa dibuat lurus urut teratur. Sayang tidak begitu terlihat sinarnya, malahan bisa digolongkan suram tidak bersinar.

Keris Buatan Jaman Mataram

Keris Pusaka Tanah Jawa buatan jaman Mataram ini bisa dikatakan terdiri dari beberapa kesatuan rasa pendapat, yang” dicipta dan dibabar menjadi karya nyata. Maka bisa digolongkan cakriknya sudah mulai mendekati kesempurnaan, dalam arti kata para empu di jaman ini tidak terikat harus membabar satu macam bentuk dan dapur, tetapi sudah berani membabar segala sesuatu yang diinginkan. Maka di jaman ini walaupun juga para empu masih membabar keris cakrik Mataram pada jamannya, agar supaya bisa menjadi peninggalan ciri.

Tetapi juga ada di antara para empu di jaman itu yang membabar keris-keris yang berbentuk dapur dari jaman-jaman terdahulu, umpamanya dapur Kyai Blabak dari Pajajaran, dapur kyai Ganjawisa dari Majapahit dan lain-lain. Ciri khusus dari pembuatan jaman ini adalah, Ganja sebitlontar sedikit panjang, besinya hitam kebiru-biruan sebab air yang untuk mencampur adalah air yang bersih, maka bisa dikatakan bahwa keris tersebut kurang campuran bajanya. Jika membuat keris luk, menggelombangnya sangat teratur, dan rabaan · dari awak-awak terasa sangat halus. Keluarnya pamor kebanyakan byor.

Keris Buatan Mataram Senopaten

Keris Pusaka Tanah Jawa buatan di jaman ini sudah bisa dikatakan sempurna, berkat manunggalnya rasa pendapat dalam ciri-ciri pembuatan. Di jaman ini mulailah para empu dapat membanding-bandingkan mana yang sekiranya kurang dan mengecewakan, di situ dalam pembuatan pada jamannya segera diperbaiki. Maka pembuatan pada jaman ini sudah bisa dikatakan baik melebihi jamanjaman lain, sampai dengan pembuatan pada jaman Mataram sebelumnya.

Keris Pusaka Tanah Jawa buatan Mataram Senopaten mempunyai bentuk yang manis luwes, jika keluar lurus kelihatan sedang dan tebal tipis maupun panjang lebarnya sangat serasi, sehingga sangat indah dipandang. Besinya hitam kebiru-biruan tetapi bersinar, karena pencampurannya seimbang. Pengetrapan pamor sangat hatihati padat dan halus. dalam perabaan. Dalam kesimpulannya buatan Mataram Senopaten adalah paling sempurna dalam rencana dan pembuatannya. Hanya s9ja mengenai keampuhan, mungkin sebanding dengan buatan pada jaman-jaman lain.

Keris Buatan Jaman Sultan Agung

Pada jaman Sultan Agung pembuatan Keris Pusaka Tanah Jawa tidak banyak berbeda dengan Mataram Senopaten, hanya besinya sedikit mentah, tetapi sangat kaya akan pamor.

Itulah tadi Keris Pusaka Tanah Jawa di semua jamannya beserta ciri khasnya yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk Anda. BAROKALLAH.

Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang KERIS BERKHODAM, Keris Pusaka yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Baik untuk kewibawaan, untuk kesejahteraan hidup. Untuk pengasihan, untuk kerezekian, jabatan dan kekayaan. Silahkan hubungi admin kami :

Call Center 1

Telepon & SMS : 082223338771

Call Center 2

Telepon & SMS : 085712999772

 

ageman pusaka
Keris Mpu Gandring Ditemukan, Terkubur di Kawah Gunung Kelud<< >>Masa Kejayaan Keris Jawa Sebagai Pusaka Nusantara Paling Sakti

About the author : apnusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published.