Nama Nama Keris Berdasarkan Empu Pembuat Keris di Seluruh Nusantara

Nama Nama Keris Berdasarkan Empu Pembuat Keris di Seluruh Nusantara – Kemungkinan nama maupun asal-usul beserta karya para empu pembuat keris, kiranya lebih dari seratus. Kemungkinan masih banyak karya yang belum tercatat. Dari beberapa empu di seluruh Nusantara, disini akan ditulis empu yang sudah banyak kita ketahui saja, di antaranya sebagai berikut :

  1. Empu Ramahadi atau juga disebut Empu Ramadi

Beliau hidup di zaman Jawa Kanda sekitar tahun 125. Dalam cerita rakyat Empu Ramahadi dianggap salah satu empu keturunan dewa, dan kenyataannya memang jarang bisa ditemui orang-orang yang ingin mendekati. Empu Ramahadi seorang Empu Pembuat Keris mencapai umur 110 tahun, dan meninggalnya tidak diketahui tempat candinya. Karyanya berupa tiga keris, yang diberi nama :

a. Sang Lar Ngatap, b. Sang Pasupati, dan c. Sang Cundrikarum

2. Empu Sakahadi atau juga disebut Empu lskadi

Empu Sakahadi, salah satu Empu Pembuat Keris hidup di zaman jaya-jayanya negeri Medang Siwandata dan mengabdi pada sang Prabu Dewakenanga. Beliau dititahkan oleh sang raja agar membuat keris yang sakti, dan ternyata dalam satu tahun beliau sudah mampu mewujudkan. Karena ketenarannya, Empu Sakahadi dibunuh sendiri oleh rajanya. Karyanya tetap hanya satu, yaitu pusaka yang diberi nama Sang Jalakdinding dan terkenal dengan sebutan pusaka sang Jalakjinjing (kurang lebih tahun 216).

  1. Empu Sukmahadi

Empu Pembuat Keris yang satu ini Hidupnya di sekitar tahun 230 dan menetap di daerah Jawa Timur. Kalau tidak keliru pada zaman Tulyanto. Beliau membabar satu pusaka saja yang diberi nama Sang Kala Hamisani. Setelah membabar pusaka tersebut, beliau tidak mau lagi menjadi empu. Sebab mempunyai firasat bahwa karyanya pasti selalu merenggut nyawa orang lain. Karena itu ia merasa berdosa, sehingga sang empu tersebut segera menyingkirkan diri dari keramaian dunia, yang dalam cerita rakyat pergi ke Bali mendekati puncak gunung Merbuk, sehingga hilang tidak diketahui candinya.

  1. Empu Bramakedali

Empu Bramakedali hidup di zaman negeri Medang Kamulan sekitar tahun 261. Karyanya berupa dua keris. Yang pertama diberi nama Sang Balebang yang diberikan kepada salah satu siswanya dari negeri Mataram (?). Dan karya kedua diberi nama Sang Tilam Upih. Konon dalam cerita setelah Tilam Upih selesai dibuat, sang empu sendiri kurang begitu menyenangi buah karyanya. Maka Tilam Upih segera dibungkus daun pisang (klaras) dan dibuang di Samudra Kidul.

  1. Empu Saptagati

Empu Saptagati, salah satu Empu Pembuat Keris Nusantara hidup di zaman jaya-jayanya negeri Gilingwesi bersama Prabu Naradigda. Beliau membabar tiga pusaka berujud keris dan diberi nama: a. Sang Jaka Serang b. Sang Supana Sidik c. Sang Jantra Beliau mencapai umur lebih dari 100 tahun dan meninggal dunia dengan tenang di negeri tersebut. (tahun ± 265).

  1. Empu Pujagati

Empu Pujagati hidup di zaman negeri Purwacarita, sekitar tahun 418. Beliau membabar dua pusaka berupa keris, dan diberi nama a. Sang Supanaluk, dan b. Sang Bango Dolog Dalam cerita, sang empu mendapat ganjaran dari raja, sebab ketika negeri timbul keonaran karena mengganasnya perampok yang dikepalai seseorang yang sakti. Dan kebetulan raja perampok tersebut juga bernama Ki Bango Dolog, yang matinya juga tertuka telapak tangannya oleh pusaka Bango Dolog milik sang empu.

  1. Empu Sanggajati

Empu Sanggajati, Empu Pembuat Keris nusantara ini hidup di zaman negeri Purwacarita sekitar tahun 420. Empu Sanggajati adalah siswa dari Empu Pujagati yang sudah dipercaya meneruskan bakat sang guru. Tetapi beliau baru berani membabar pusaka, setelah gurunya meninggal dunia karena terkena kata tuahnya sendiri yang dimasukkan ke dalam pusaka babarannya. Empu Sanggajati membuat pusaka dua macam. Satu dibuat lengkok (luk) bernama Sang Karagan, adapun yang kedua lurus yang diberi nama Sang Setan Kobar. Dinamakan Setan Kobar, karena sewaktu pusaka baru dibuat setengah jadi, besalen tempat perapian sang empu terbakar habis. Setelah keris jadi, pusaka tersebut dinamakan Setan Kobar.

  1. Empu Dewayasa I

Empu Dewayasa I hidup di zaman negeri Wiratha atau ada yang menyebut negeri Japara kira-kira pada tahun 522. Beliau membabar 3 (tiga) pusaka yang diberi nama :

Baca Juga :   Masa Kejayaan Keris Jawa Sebagai Pusaka Nusantara Paling Sakti

a. Sang Ron Bakung, b. Sang Yuyurumpung, dan c. Sang Dadapngerak.

Asal-usul Empu Dewayasa tidak diketahui. Namun ada sementara orang-orang kuna yang mengatakan dalam catatan, bahwa Empu Dewayasa tersebut bukan asli orang Nusantara, tetapi pengungsi dari benua Jambudipa.

  1. Empu Dewayasa II

Satu lagi Empu Pembuat Keris, Empu Dewayasa II hidup pada zaman Purwacarita yang ketiga. Beliau adalah cucu dari Empu Dewayasa I yang mengabdi raja negeri Wiratha. Beliau membabar 3 pusaka yang semuanya sengaja disamakan bentuk maupun ricikannya dengan pusaka buatan eyangnya. Karena pembuatan pusaka tersebut tidak secara satu persatu tetapi membuatnya tiga sekaligus, maka di dalam cerita Empu Dewayasa II ini seakan-akan ditemui eyangnya dan mencatat peringatan. Diperkenankan melanjutkan membabar ketiga pusaka tersebut, tetapi dilarang untuk menyamai namanya. Maka setelah ketiga keris selesai dibuat kemudian diberi nama :

a. Sang Carubuk, b. Sang Ebolajer, dan c. Sang Kabor.

10. Empu Sarpadewa

Empu Pembuat Keris Nusantara berikutnya yaitu Empu Sarpadewa, hidup di zaman negeri Mamenang. Karyanya 3 (tiga) keris yang diberi nama :

a. Sang Cengkrong, b. Sang Damarmurup, dan c. Sang Carita

Pada suatu ketika beliau didatangi seorang dari negara tetangga dan dimohon agar membuatkan keris untuk dirinya. Karena sang empu ini tertarik sehingga jatuh cinta kepada nakhoda putri yang memesan keris tersebut, maka beliau segera membuatnya. Perbuatan sang empu diketahui oleh sang raja dari Mamenang. Maka Empu Sarpadewa segera diusir dari negeri tersebut. Akhirnya setelah empu menyerahkan pusaka kepada sang nakhoda putri. Maka pusaka tersebut oleh sang Nakhoda diberi nama Sang Carita, atau juga disebut Sang Paniwen.

  1. Empu Ramayadi

Empu Ramayadi hidup pada zaman Mamenang sekitar tahun 827. Karyanya tiga keris diberi nama :

a. Sang Pandawa b. Sang Kresna Tanding c. Sang Bhimakroda

Empu Ramayadi sebetulnya bukan berasal dari Kawulanegara Mamenang, tetapi pendatang dari negeri asing. Hanya saja karena sewaktu di Mamenang merasa dirinya diterima dengan hati terbuka oleh rakyat di situ, beliau meleburkan kebangsaannya menjadi bangsa Mamenang. Dengan keahliannya menjadi pembuat senjata-senjata tajam, maka lambat laun beliau mencoba untuk membuat pusaka dan ternyata berhasil, seperti pusaka yang sudah tercatat di atas.

  1. Empu Gandawisesa

Empu Gandawisesa hidup pada zaman Hastina sekitar tahun 941. Karyanya berupa keris dua buah diberi nama:

a. Sang Megantara b. Sang Rarasjiwa atau ada yang menyebut Rarasdu

  1. Empu Windudibya

Empu Windudibya hidup pada zaman Medangkamulan II. Karyanya berupa keris empat buah, yang diberi nama :

a. Sang Panjisekar b. Sang Carangsoka c. Sang Panjianom d. Sang Sekargading

Empu Windudibya adalah seorang empu yang sangat kaya raya. Sehingga rakyat Medangkamulan lebih mencintai beliau dibanding dengan rajanya. Sebab beliau selalu memberi bantuan kepada siapa yang membutuhkan.

  1. Empu Kandangdewa

Kemudian, Empu Pembuat Keris berikutnya yaitu Empu Kandangdewa. Beliau hidup dalam zaman Kahuripan pada sekitar tahun 1045. Konon beliau adalah murid seperguruan dengan seorang empu yang bernama Kanwa. Hanya saja sang Kanwa merubah jalan pemikirannya tidak ingin menjadi empu pembuat keris. Beliau berpendapat bahwa walau bagaimanapun, apa yang berujud senjata, akhirnya pasti digunakan untuk berperang. Maka sang Kanwa lebih menekuni kesusasteraan. Dalam zaman jaya-jayanya raja Kahuripan sang Airlangga, Empu Kanwa ternyata sudah mampu menjunjung dirinya menjadi sastrawan yang agung, sehingga membabar kakawin yang berjudul “Arjuna Wiwaha”.

Empu Kanwa berpisah dengan Empu Kandangdewa yang melanjutkan cita-citanya agar menjadi empu keris yang berbobot. Sewaktu beliau bertapa di pantai samodra Kidul, pada suatu malam seakan-akan beliau melihat ada orang meminta pertolongan karena timbul tenggelam dalam lautan. Dengan tidak memikirkan diri sendiri, Empu Kandangdewa segera mencebur laut untuk menolong orang itu yang sudah tenggelam.

Namun sang empu tidak undur malah ikut serta menyusul menyelam agar secepatnya bisa menolong. Setelah beliau merasa bisa memegang korban dan segera dibawa kembali ke atas air, di situ kelihatan bahwa yang dibawa bukan orang tetapi sebilah keris yang dibungkus daun klaras, yaitu di situ masih terang ada tulisannya yang berbunyi, bahwa keris ini bemama Sang Tilamupih. Mulai saat itu Tilamupih tetap menjadi miliknya.

Baca Juga :   Asal Usul Keris Bertuah dan Berkhodam Berdasarkan Kepemilikannya

Dalam perjalanan berkelana Empu Kandangdewa bertemu dengan seorang pertapa yang bernama sang Jatinindra yang sebetulnya beliau adalah bekas raja Kahuripan yaitu Airlangga. Saat itu Empu Kandangdewa disarankan mengabdi di negeri Janggala. Agar dapat diterima mengabdi, ia dibantu oleh sang Jatinindra. Empu Kandangdewa dalam satu tahun bisa membabar tiga pusaka, yaitu: a. Sang Sabukinten, b. Sang Jalak, dan c. Sang Kalawelang. Semua karyanya segera dibawa ke Janggala. Saat itu adalah pertemuan terakhir antara Empu Kandangdewa dengan Sang Jatinindra (Airlangga).

  1. Empu Windusarpa

Empu Windusarpa hidup pada zaman negeri Janggala sekitar tahun 1000 – 1100. Beliau meninggal dunia mencapai umur 120 tahun. Karyanya sewaktu di Janggala terdiri dari tiga keris yang diberi nama :

a. Sang Barojol, b. Sang Bethok, dan c. Sang Lamango.

Ada yang mengungkap bahwa sebetulnya Empu Windusarpa itu adalah Empu Kandangdewa. Sewaktu pertama-tama Empu Kandangdewa menghadap Prabu Jayengrana, raja Janggala itu, sang prabu terperanjat, sebab dikira sang empu membawa ular yang membelit lambungnya. Padahal yang dibawa itu sebetulnya keris Sang Kala Welang. Maka setelah Empu Kandangdewa diterima mengabdi kemudian dirubah namanya oleh sang prabu menjadi Empu Windusarpa.

  1. Empu Wareng

Empu Wareng hidup di kala tahun 1100 -1103, pada zaman negeri Pengging Witaradya. Karyanya tiga keris yang diberi nama: a. Sang Lunggadung, b. Sang Pandawa Lare, dan c. Sang Supana. Empu Wareng tidak banyak mempunyai cerita, sebab dalam pengabdiannya kepada raja Pengging Witaradya selalu mendapat hati. Sehingga dalam tiga tahun bisa membabar keris yang baik. Namun setelah menyelesaikan babaran yang ketiga, sang empu meninggal dunia.

  1. Empu Gandawijaya

Satu lagi Empu Pembuat Keris, Empu Gandawijaya hidup di zaman Pengging Witaradya. Beliau menggantikan kedudukan Empu Wareng. Beliau mulai menjadi empu sekitar tahun 1125, setelah beberapa puluh tahun Pengging kosong tiada orang yang dianggap bisa menjadi empu. Empu Gandawijaya selama hidupnya hanya membabartiga keris, dan tiga patrem (senjata untuk wanita). Keris-keris tersebut diberi nama :

a. Sang Mengeng, b. Sang Carubuk, dan c. Sang Buntala.

Sedangkan yang berupa patrem diberi nama :

a. Nyi Carangbuntala, b. Nyi Pulut Benda, dan c. Nyi Puthut.

Bisa diterangkan di sini, bahwa semua keris karya para empu yang sudah diterangkan di atas, umumnya digolongkan keris pusaka kuna. Namun demikian bila dicari dan diteliti betul-betul, pusaka yang namanya tercatat di atas, hingga sampai sekarang masih ada. Tidak gampang untuk menekuni dan meneliti ketangguhan dari keris-keris kuna, sebab selain harus orang yang berpengalaman, juga berbekal pengetahuan tentang kacurigan yang cukup.

Semuanya itu kebanyakan dilaksanakan dengan cara tekun, betul-betul teliti dan dibarengi dengan perkiraan-perkiraan yang matang dan tepat. Sebab, yang dinamakan Menangguh berbeda dengan cara Menayuh. Menangguh adalah menetapkan asal-usul dari keris itu, berdasarkan ciri khas dari negeri atau daerah mana keris tersebut dibuat. Setelah sudah diterangkan asal-usul keris kuno seperti yang dicatat di atas, maka diteruskan saja mengenai babaran Keris Pusaka Madya Kuna.

Itulah Empu Pembuat Keris, yang dapat Kang Masrukhan (Pakar Keris Bertuah). Semoga bermanfaat untuk Anda.

Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang KERIS BERKHODAM, Keris Pusaka yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Baik untuk kewibawaan, untuk kesejahteraan hidup. Untuk pengasihan, untuk kerezekian, jabatan dan kekayaan. Silahkan hubungi admin kami :

Call Center 1

Telepon & SMS : 082223338771

Call Center 2

Telepon & SMS : 085712999772

Mengenal Bagian Bagian Keris Menyeluruh, Pakem Pengetahuan Tentang Keris<< >>Keris Empu Gandring, Dibalik Terbunuhnya 6 Korban Akibat Kutukan Sang Empu

About the author : apnusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published.