Hakikat Tosan Aji, Warisan Budaya Leluhur Nusantara [Hindhu, Budha dan Islam]

Hakikat Tosan Aji, Warisan Budaya Leluhur Nusantara [Hindhu, Budha dan Islam] – Pertama-tama, istilah TOSAN AJI atau WESI AJI dalam bahasa Jawi Kuno dipergunakan untuk menamakan Senjata Pusaka. Yakni senjata yang bukan sekedar dibuat untuk kegunaan praktis, misalnya dipakai menusuk musuh dalam peperangan dan sejenisnya, melainkan lebih diutamakan sebagai Benda Pusaka, yang memiliki sifat mulia atau bernilai luhur, indah, serta memberikan daya kekuatan tertentu bagi pemegangnya.

Namun, seperti sering dipesankan oleh Kang Masrukhan (Pakar Benda Bertuah), bahwa yang dimuliakan itu bukanlah Keris sebagai ‘benda mati’. Melainkan nilai-nilai metafisis dan filosofis di dalamnya. Tidak lupa, kepiawaian Mpu pembuatnya yang walaupun di zaman dahulu masih mempergunakan peralatan sederhana, namun sudah mampu menciptakan Benda Budaya yang demikian indah. Baik ditinjau dari bangun fisiknya maupun dari aspek non-fisiknya (Tuah di dalamnya).

Kang Masrukhan juga selalu mengingatkan agar kita tidak lupa bahwa para Mpu (Pembuat Keris) sanggup membakar Keris dan Pusaka lainnya itu adalah atas karunia Tuhan. Adapun seluruh bahan baku pembuatan TOSAN AJI itupun berasal dari Bumi dan Alam Semesta CiptaanNya.”

Kisah Mistik Seputar Tosan Aji Dan Wesi Aji

Banyak sekali para Sutresna (Pecinta) Tosan Aji yang tidak sekedar memiliki koleksi benda pusaka, melainkan juga memiliki perpustakaan tentang Keris dan Tosan Aji lainnya. Kang Masrukhan menceritakan berbagai kisah mengenai Pusaka. Baik yang merupakan Mitos maupun yang mengambil catatan kuno. Termasuk Prasasti Kerajaan Kerajaan di Nusantara zaman dahulu.

Jika kita simpulkan dari manuskrip catatan kuno tersebut, maka ada periode Hindhu dan Budha, kemudian Islam dan masa kini. Tosan Aji atau Keris Pusaka dari Era Hindhu dan Budha, misalnya zaman kerajaan Kahuripan, Pajajaran, Singhasari, Sriwijaya dan Majapahit, lasim menamakan Keris dan Tosan Aji lainnya dengan sebutan “Sang”.

Baca Juga :   Mengenal Bagian Bagian Keris Menyeluruh, Pakem Pengetahuan Tentang Keris

Misalnya : Sang Larngatap, Sang Pasopati, Sang Cundrik, Sang Jalak Dinding, Sang Kalamisani, Sang Tilamupih, Sang Balebang, Sang Sepang, Sang Sempaner dan Sang Sempana.

Semuanya di atas merupakan Keris Berbentuk Lurus, kecuali Sang Balebang yang bentuknya Luk Sebelas. Adapun pada Era Islam, mulai akhir Majapahit, Demak, Pajang, Mataram sampai ke Kerajaan Kartasura, Surakarta Hadiningrat dan Yogyakarta Hadiningrat. Semua Keris dan Tosan Aji lainnya menggunakan sebutan : Kyai, Kanjeng Kyai.

Contoh: Kanjeng Kyai Gandawisa, Kanjeng Kyai Gunawisa, Kanjeng Kyai Wisapramana, dil. Lazimnya berasal dari lingkungan Keraton. Sesuatu yang menarik untuk diungkapkan adalah bahwa Keris merupakan Benda Budaya Asli Indonesia. Hal ini terbukti, bahwa walaupun dalam Era Kerajaan Hindu & Budha di Nusantara, namun di Kawasan Hindia sendiri tak pernah ditemukan pembuatan senjata tradisional yang serupa dengan Keris, Tombak, dan lain-lain yang mempergunakan Pamor dalam tehnik pembuatannya.

Itulah seputar Tosan Aji sebagai budaya bangsa Indonesia Asli. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian, Terimakasih. Salam Rahayu.

Cara Merawat Keris Berkhodam Agar Energi Supranatural Tetap Ampuh<< >>Ragam Bentuk Warangka Tosan Aji; Warangka Keris, Tombak dan Pedang

About the author : apnusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published.